Tak Tinggal Diam Atas Keputusan Ukraina, Rusia Terus Mengkritik dan Menuduh, Ada Apa?

- 13 Mei 2022, 20:35 WIB
Ilustrasi invasi Rusia ke Ukraina.
Ilustrasi invasi Rusia ke Ukraina. /Yves Herman/REUTERS/

LINGKAR KEDIRI - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada 13 Mei menyatakan skeptis terhadap niat Ukraina untuk bergabung dengan Uni Eropa (UE), dan menuduh Brussel memiliki ambisi di luar benua Eropa 2022.

"Ukraina siap untuk menyatakan posisi netral, non-blok," kata Lavrov kepada wartawan setelah pertemuan dengan menteri luar negeri negara-negara Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) di Tajikistan.

 Baca Juga: Hajat Besar Akan Terkabul, Pesan Syekh Ali Jaber Bagi Orang yang Sedang Kesulitan

"Pada saat yang sama, mereka berusaha dengan segala cara untuk menunjukkan keinginan mereka untuk menjadi anggota UE. Betapa tidak berbahayanya keinginan Kyiv masih diragukan," katanya.

Selama negosiasi sejauh ini, Rusia selalu bersikeras tentang perlunya Ukraina melepaskan ambisinya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO dan menyatakan netralitas.

Baca Juga: Kebiasaan yang Menyebabkan Rezeki Seret dan Hidup Serba Sulit, Kata Buya Yahya

Kyiv mengakui tidak mungkin menjadi anggota NATO, tetapi juga mendaftar untuk bergabung dengan UE serikat ekonomi dan politik di Eropa yang terdiri dari 27 negara.

“Mereka (UE) secara agresif mengikuti jalur yang ditetapkan oleh NATO, dengan demikian mengkonfirmasi tren bahwa UE bergabung dengan Aliansi Atlantik Utara (NATO - PV) dan pada kenyataannya akan memiliki peran di masa depan," kata Lavrov menuduh UE dalam sebuah pernyataan.

 Baca Juga: Kasus Pembunuhan Subang Terkuak Sketsa Wajah yang Dirilis Polisi Sebenarnya Sosok Ini

Halaman:

Editor: Yulian Fahmi

Sumber: Zing News


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x