Pelonggaran Lockdown di Argentina Masih Ditunda

- 1 Agustus 2020, 12:55 WIB
Kota Argentina /Peurto Maredo/Pixabay

 

Lingkar Kediri - Jumat (31/7) Argentina menunda pelonggarkan lockdown (penguncian wilayah) karena mendapati peningkatan kasus baru infeksi virus corona dan khawatir sistem kesehatan bakal kewalahan.

Presiden Argentina Alberto Fernandez menjelaskan dalam beberapa hari virus corona telah menyebar lebih luas dan tercatat perkembangan infeksi baru terus terjadi. Menurut dia hal ini bisa memicu peningkatan kunjungan ke rumah sakit.

Sebelumnya, pada Hari Kamis, Argentina mencatat 6.377 kasus baru Covid-19 dan catatan 153 orang meninggal dunia. Sejauh ini Argentina mendapatkan lebih dari 185 ribu kasus dan 3.400 kematian.

Saat ini lebih dari 1.000 orang sedang dirawat intensif atas kasus terkait Covid-19. Angka itu sudah mewakili 55 persen kemampuan sistem kesehatan di Argentina secara keseluruhan dan 64,5 persen di Buenos Aires.

Lebih dari 90 persen kasus di Argentina berada di Buenos Aires.

"Jika catatan itu tidak turun kami terpaksa harus melakukan karantina lebih ketat sebab [rumah sakit] bakal penuh," kata Gubernur Buenos Aires Axel Kicillof.

Sejak awal pekan kemarin telah ada wacana mengendurkan lockdown seperti misalnya mengizinkan masyarakat melakukan olah raga individu di luar ruangan. Meski demikian rencana itu tertunda sebab pandangan pemerintah.

"Masalah besar yang kami dapat selama dua pekan terakhir adalah kita santai. Kita merasa situasi telah terkendali, tetapi bukan itu masalahnya. Ini jauh dari bisa diatasi," ucap Fernandez.

Halaman:

Editor: Haniv Avivu

Sumber: cnnindonesia.com


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X