Hari Kebangkitan Nasional, Megawati: Pancasila Jangan Jadi Jargon Tapi Diimplementasikan

- 20 Mei 2021, 20:36 WIB
Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas, Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.
Megawati Resmikan Patung Bung Karno di Lemhannas, Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. /Instagram/@presidenmegawati

 

LINGKAR KEDIRI - Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri dalam sambutannya secara daring pada Peresmian Monumen Bung Karno di halaman Kantor Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, Jakarta, Kamis 20 Mei 2021, mengingatkan agar Pancasila bukan sekadar menjadi jargon, melainkan juga diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Pancasila jangan selalu menjadi jargon. Pancasila dibutuhkan bangsa ini untuk diimplementasikan," ujar Megawati.

Baca Juga: Salah Satu Parameter Kemajuan Negara adalah Penurunan Angka Kematian Ibu dan Anak? Begini Penjelasan POGI

Dia menekankan kepada insan-insan Lemhannas yang sudah digembleng atau yang sedang digembleng untuk selalu menerapkan nilai-nilai pancasila.

Megawati yang hadir bersama putrinya yang juga Ketua DPR RI Puan Maharani dan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyatakan bahwa patung Bung Karno itu hendaknya menjadi pengingat, agar lembaga itu benar-benar menggembleng insan calon pemimpin yang benar-benar melaksanakan Pancasila.

Baca Juga: Heboh Kabar Nissa Sabyan dan Ayus Telah Menggelar Pernikahan, Begini Tanggapan Kepala KUA Pondok Gede

Megawati juga mengatakan, agar jangan alergi dulu dengan Pancasila, karena Bung Karno mengatakan dasar negara Indonesia merdeka adalah Pancasila.

"Tetapi Bung Karno tak pernah menyatakan dirinya sebagai penemu Pancasila. Bung Karno hanya seorang penggali Pancasila bagi elemen jiwa bangsa Indonesia," ujarnya.

Baca Juga: Israel Ancam Ambil Alih Jalur Gaza, Netanyahu: Untuk Menghentikan Serangan Hamas

Oleh karena itu, Dia menjelaskan agar semuanya harus membuka mata batin, pikiran, dan jiwa, dan benar-benar konsisten, serta sungguh-sungguh menjalankan Pancasila.

Diharapkan ketika tiba saatnya mereka menjadi pemimpin, mereka telah memiliki pemahaman yang sama, terkait dengan sendi-sendi kehidupan bernegara.

Baca Juga: Denny Darko Sebut Mbak You Miliki Kedekatan dengan Siluman Ular, Benarkah? Ini Faktanya

"Bayangkan kalau dari Papua bertemu dengan yang dari Aceh, masing-masing pasti ada perbedaan, tapi ada kesamaan, itulah maksud Bung Karno, ketika beliau mendirikan, membuka Lemhannas," ujar Megawati.

Bung Karno menempatkan juga Lemhannas sebagai kawah candradimukanya calon pemimpin dan sebagai think-tank para pemikir pejuang, yang berpijak dari posisi Indonesia yang strategis secara geopolitik.

Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Murka, Ancam Israel dan Amerika Jangan Main-Main

Megawati menjelaskan, Sang Proklamator berulang kali menyampaikan kepada dirinya, bagaimana mewujudkan Indonesia yang sepenuhnya berdaulat, yang mampu meletakkan dasar-dasar pertahanan dan keamanan yang sesuai dengan geopolitik dan kultur Indonesia. Pada titik itu arti pentingnya Lemhannas.***

Editor: Dwiyan Setya Nugraha

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X