Radikal Ternyata Boleh, Apa Saja? Simak Penjelasannya

- 19 September 2020, 16:46 WIB
Ilustrasi radikal
Ilustrasi radikal /suara

Lingkar Kediri - Kata 'Radikal' tentu menjadi bumerang bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Term Radikal diartikan sebagai tindakan negatif oleh banyak orang.

Masyarakat perlu memahami secara spesifik makna dari 'radikal'.

Kata radikal tidak selamanya sebagai tindakan kekerasan atau teror yang pernah terjadi di Indonesia, seperti Bom Bali 1, bom tiga gereja di Surabaya, dan banyak lagi aksi teror lainnya. Kejadian diatas sering diartikan sebagai tindakan radikal atau radikalisme.

Baca Juga: Ingin Belanja Aman Bebas Pandemi? Top Up ShopeePay dan Nikmati Ribuan Promonya

Baca Juga: Cek Merchant Baru ShopeePay Minggu Ini, Siap Buat Kamu Kenyang dan Kantong Hemat

Padahal, makna dari kata 'radikal' menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu:

  1. Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip).
  2. Amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan).
  3. Maju dalam berpikir atau bertindak.

Makna diatas ternyata lebih cenderung kepada hal yang positif dan tidak selamanya negatif. Perlu digaris bawahi bahwa, makna radikal secara umum adalah proses tindakan atau mengubah sesuatu sampai ke akar-akarnya.

Lalu, apa saja tindakan radikal yang positif atau boleh dilakukan oleh masyarakat? Simak penjelasannya dibawah ini.

Baca Juga: Indonesia Siapkan Calon pada Pemilihan Deputi Direktur Jenderal WIPO

Baca Juga: Masker Scuba Dilarang, Penumpang KRL Wajib Gunakan Masker Ukuran Tebal

Radikal dalam Belajar

Belajar memang harus radikal. Maksudnya, memahami informasi atau ilmu pengetahuan tidak boleh setengahs-setengah. Memahami teori harus totalitas hingga ke akar-akanya. Sehingga, belajar secara radikal hukumnya wajib dilakukan.

Baca Juga: Tips Bagi Orang Tua Melihat Anak Sedang Jatuh Cinta

Radikal dalam Mengubah Undang-Undang yang Tidak Disukai Masyarakat

Dalam birokrasi pemerintaha, kepentingan politik sangat tinggi. Maka jika kita berada dalam lingkaran tersebut, kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas ketimbang kebutuhan partai politik semata. Maka, cara radikal harus diterapkan agar akar undang-undang yang dibuat harus sesuai dengan kemauan masyarakat.

Baca Juga: Indonesia-AS Tandatangani Kerjasama Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Pasar

Radikal dalam Mencari Pasangan

Tentu poin ini wajib dilakukan bagi para jomblo sejati. Mencari pasangan hidup harus radikal, tidak boleh setengah-setengah. Telusuri hingga ke akar-akarnya pola hidup pasangan kita seperti apa. Mulai dari sikap, perilaku, etika, moral, pekerjaan, keturunan (nasab), dan pendidikan. Cara radikal bisa dilakukan untuk mendapatkan pasangan yang sesuai visi dan keinginan kita.***

Editor: Erik Okta Nurdiansyah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x