BI Berencana Menerbitkan Mata Uang Rupiah Digital Seperti Kripto, Begini Ulasannya

- 27 Mei 2021, 06:10 WIB
Ilustrasi mata uang kripto yang menyita perhatian dunia dalam soal bisnis.
Ilustrasi mata uang kripto yang menyita perhatian dunia dalam soal bisnis. /Pixabay/ WorldSpectrum

 

 

LINGKAR KEDIRI - Penggunaan mata uang digital seperti uang kripto saat ini sedang mewabah, meskipun instrument tersebut belum memiliki perlindungan konsumen yang memadai, tidak mempunyai basis fundamental maupun regulasi yang jelas dan berbau spekulasi.

Dilansir dari Lingkar-Kediri.com dari Antara, menurut UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI (Bank Indonesia) diberikan tugas dan kewenangan pengelolaan uang rupiah mulai dari tahapan perencanaan, pencetakan, pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan, sampai dengan pemusnahan.

Baca Juga: Ramalkan Keluarga Arya Saloka dengan Putri Anne Berpotensi Bubar, Denny Darko Ungkap Lantaran Ikatan CInta

BI sebagai pemegang amanah dalam pengelolaan uang rupiah berencana menerbitkan mata uang rupiah dalam bentuk digital yang telah diwacanakan sejak lama.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers virtual pada Selasa 25 Mei 2021 di Jakarta, mengatakan, tahapan perancangan serta rencana pengedaran mata uang digital ini sedang dalam proses pembahasan.

Baca Juga: Ungkap Sosok Ayah Buat Sule Meneteskan Air Mata, Dirinya Ceritakan Dihadapan Putri Delina

"Dalam konteks itu, BI merencanakan menerbitkan central bank digital, digital currency rupiah, sebagai alat pembayaran yang sah di NKRI," ujar Perry.

Perry memastikan pemanfaatan dan penggunaan mata uang digital ini nantinya hampir serupa dengan uang kertas maupun uang berbasis debit maupun kredit yang selama ini sudah berjalan.

Baca Juga: Gerhana Bulan Total Sebabkan Air Laut tinggi Hingga Banjir Rob, BMKG Himbau Masyarakat Waspada dan Siaga

Dia menjelaskan, saat ini bank sentral sedang mengkaji juga pelaksanaan kebijakan moneter, makroprudensial maupun sistem pembayaran dengan menggunakan mata uang digital.

BI juga mempertimbangkan teknologi mata uang digital yang akan dipergunakan dengan berkaca dari pengalaman bank sentral negara-negara lain termasuk perumusan platform yang akan digunakan.

Baca Juga: Poligami Uje Seret Nama Artis, Umi Pipik Ungkap Istri Kedua Dari Desa

"BI melakukan ini karena mempunyai kewenangan menerbitkan alat pembayaran yang sah di Indonesia menurut UUD, yang dijabarkan dalam UU BI dan UU Mata Uang," ujar Perry.

Pengelolaan uang rupiah perlu dilakukan dengan baik dalam mendukung terpeliharanya stabilitas moneter, stabilitas sistem keuangan, dan kelancaran sistem pembayaran.***

Editor: Dwiyan Setya Nugraha

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x