PBB dan Gedung Putih Beri Sikap Tegas pada Pembunuh Shireen Abu Akleh yang Dinggap Kebablasan

- 13 Mei 2022, 08:45 WIB
Seorang jurnalis Lebanon memegang foto reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh, yang terbunuh dalam serangan Israel di Jenin di Tepi Barat yang diduduki, untuk mengekspresikan solidaritas, di depan gedung PBB di Beirut, Lebanon, 11 Mei 2022
Seorang jurnalis Lebanon memegang foto reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh, yang terbunuh dalam serangan Israel di Jenin di Tepi Barat yang diduduki, untuk mengekspresikan solidaritas, di depan gedung PBB di Beirut, Lebanon, 11 Mei 2022 /ANTARA/Reuters/ Mohamed Azakir/

LINGKAR KEDIRI - Presiden Palestina Mahmoud Abbas menggambarkan kematian Shireen Abu Akleh sebagai pembunuhan berdarah dingin yang terang-terangan oleh militer Israel.

Ia mengatakan puluhan pria bersenjata Palestina telah menghadapi pasukan yang menangkap seorang militan Hamas di Jenin.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan Abbas membuat tuduhan tidak berdasar, sebelum Israel melakukan "penyelidikan menyeluruh."

Baca Juga: Kabar Mengejutkan! Negara Tetangga Indonesia Akan Menjadi Tuan Rumah SEA Games

"Temuan awal kami dari penyelidikan sejauh ini tidak dapat menunjukkan tembakan apa yang diarahkan ke Shireen Abu Akleh dan saya tidak dapat mengecualikan opsi apa pun di bawah kekacauan operasional di lapangan," kata Gantz kepada wartawan.

Gedung Putih mengutuk keras pembunuhan itu dan menyerukan penyelidikan atas kematian Abu Akleh.

Di Twitter, juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan kematiannya merupakan penghinaan terhadap kebebasan media di mana-mana.

"Israel memiliki sarana dan kemampuan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh dan komprehensif," kata Price dalam jumpa pers.

Baca Juga: Arti Mimpi yang Menandakan Datangnya Keburukan, Salah Satunya Mimpi Melihat Gerhana Bulan

Halaman:

Editor: Haniv Avivu

Sumber: Reuters


Tags

Terkait

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

x