Paus Fransiskus Buka Suara Soal Kudeta Militer Myanmar: Demokrasi Telah Dikacaukan Secara Kasar

- 8 Februari 2021, 19:36 WIB
Paus Fransiskus Buka Suara Soal Kudeta Myanmar: Demokrasi Telah Dikacaukan Secara Kasar
Paus Fransiskus Buka Suara Soal Kudeta Myanmar: Demokrasi Telah Dikacaukan Secara Kasar /Instagram.com/@franciscus

LINGKAR KEDIRI – Paus Fransiskus turut buka suara terkait kudeta yang dilakukan militer Myanmar kepada pemerintahan yang sah.

Dilansir Lingkar Kediri dari ANTARA, Paus Fransiskus mendesak pimpinan milter Myanmar untuk segera membebaskan tahanan politik dan mengembalikan demokrasi di Myanmar.

Paus menyatakan hal tersebut dalam pidato tahunan di depan korps diplomatik menyusul aksi protes hari ke tiga untuk menentang terhadap kudeta yang dilakukan oleh militer Myanmar kepada pemerintahan yang sah.

Baca Juga: Untuk Pertama Kalinya, Cina Tak Ada Penularan Kasus COVID-19 Lokal Baru Hampir 2 Bulan Terakhir

Dalam pidatonya pada Senin, 8 Februari 2021 di depan diplomat lebih dari 180 negara, Paus Fransiskus menyampaikan afeksi dan kedekatannya dengan rakyat Myanmar yang pernah dikunjunginya pada tahun 2017.

"Jalan menuju demokrasi yang dibentuk dalam beberapa tahun belakangan telah dikacaukan secara kasar oleh kudeta pada pekan lalu," kata Paus Fransiskus seperti dikutip Lingkar Kediri dari ANTARA.

"Hal itu mengarah pada pemenjaraan sejumlah pimpinan politik berbeda, yang saya harap akan segera dibebaskan sebagai tanda dorongan untuk dialog yang tulus, yang bertujuan pada kebaikan negara," kata dia.

Baca Juga: Memilih Berhenti Dukung Koalisi Arab Saudi Di Yaman, Iran Sambut Baik Keputusan Amerika Serikat

Pidato Paus Fransiskus di depan para diplomat sering juga disebut sebagai pidato “Negara Dunia” karena membahas berbagai persoalan yang ada di seluruh belahan dunia.

Sebelumnya, pada Minggu, 7 Februari 2021, Paus Fransiskus menyatakan perlawanannya terhadap kudeta yang dilakukan militer Myanmar seraya memberikan dukungan terhadap segenap rakyat Myanmar.

Hal tersebut disampaikan Paus Fransiskus dalam pidatonya di Lapangan Santo Petrus pada Minggu, yang juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan terus mengikuti perkembangan di Myanmar.

Baca Juga: Kibarkan Bendera Buddha, Para Biksu Ikut Unjuk Rasa Tolak Kudeta Militer Myanmar

Kudeta militer di Myanmar, yang sebelumnya bernama Burma, juga dikecam oleh para pemimpin dunia serta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres.

Militer Myanmar membatalkan hasil pemilihan umum yang dimenangi Aung San Suu Kyi dengan argumen terjadi kecurangan dan menahan peraih Nobel Perdamaian itu dengan alasan Suu Kyi melakukan pelanggaran hukum dengan mengimpor handy talky secara ilegal.

Presiden AS Joe Biden saat berpidato menyinggung kudeta di Myanmar dengan mengatakan bahwa tak diragukan lagi dalam sistem demokrasi, militer tak bisa membatalkan hasil pemilihan umum.***

Editor: Zaris Nur Imami

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x